Selasa, 05 Juli 2022

DIALOG INTERAKTIF DI TVRI SAMARINDA DENGAN TEMA HARI BHAYANGKARA YANG KE-76 TAHUN

 


www.polrestasamarinda.id – Bertempat di Studio 2 TVRI Samarinda Jl.Ery Suparjan Kel.Sempaja Selatan Kec. Samarinda Utara Kota Samarinda telah dilaksanakan telah Dialog Interaktif dengan Tema “ HUT Bhayangkara” 1 Juli 2022 ke-76 Tahun,” Senin (04/07/2022).

Hadir sebagai narasumber yakni Kapolresta Samarinda Kombes Pol. Ary Fadli,S.I.K.,M.H.,M.Si bersama, Anggota DPRD Kota Samarinda Komisi I Andi Muhammad Afif Rayhan Harun,S.H dan dipandu oleh pembawa acara Rohman Hidayat dan Sartika Somoal.

Dalam kesempatannya Kapolresta Samarinda mengucapkan terimakasih banyak untuk masyarakat Kota Samarinda dan menyampaikan kepada seluruh warga masyarakat tentang situasi saat ini untuk wilayah Kota Samarinda cukup kondusif, mudah-mudahkan akan terus terjaga.

1 Juli sebagai hari Bhayangkara sudah ada sejarahnya, Pada zaman Kerajaan Majapahit, patih Gajah Mada membentuk pasukan pengamanan yang disebut sebagai “Bhayangkara”. Tugasnya, untuk melindungi raja dan kerajaan. Masa kolonial Belanda, pembentukan pasukan keamanan diawali oleh pembentukan pasukan jaga yang diambil dari orang-orang pribumi. Saat itu, pribumi terpilih bertugas menjaga aset dan kekayaan orang-orang Eropa di Hindia Belanda.

Pada masa Hindia Belanda, terdapat banyak bentuk kepolisian, seperti veld politie (polisi lapangan), stands politie (polisi kota), cultur politie (polisi pertanian), bestuurs politie (polisi pamong praja), dan lain-lain. Sejalan dengan administrasi negara saat itu, kepolisian juga menerapkan pembedaan jabatan bagi bangsa Belanda dan pribumi. Pada dasarnya, pribumi tidak diperkenankan menjabat sebagai hood agent (bintara), inspekteur van politie, dan commisaris van politie.

Selama bergabung dengan pasukan kepolisian, pribumi hanya menjabat sebagai mantri polisi, asisten wedana, dan wedana polisi. Adapun cikal bakal dari terbentuknya Polri saat ini, adalah kepolisian modern Hindia Belanda yang dibentuk antara 1897-1920. Kepolisian modern Hindia Belanda yang dibentuk antara 1897-1920 adalah merupakan cikal bakal dari terbentuknya Kepolisian Negara Republik Indonesia saat ini.

Setelah Jepang menyerah kepada sekutu, pemerintah Jepang membubarkan beberapa organisasi seperti Peta dan Gyu-Gun. Namun, polisi saat itu tetap dipertahankan. Setelah proklamasi kemerdekaan, tepatnya pada 19 Agustus 1945, Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) membentuk Badan Kepolisian Negara (BKN). Pembentukan BKN disusul dengan pelantikan R. S. Soekanto Tjokrodiatmodjo menjadi Kepala Kepolisian Negara (KKN) pada 29 September 1945.

Kepolisian era ini masih dalam lingkup Kementerian Dalam Negeri yang bertanggung jawab masalah administrasi. Baru saat turunnya Peraturan Pemerintah Tahun 1946 Nomor 11/S.D pada 1 Juli 1946, kepolisian bertanggung jawab langsung kepada Perdana Menteri. Sejak saat itu, 1 Juli dikenal sebagai Hari Bhayangkara dan diperingati setiap tahunnya.

Ulang Tahun Bhayangkara yang ke-76 ini dengan tema ” Polri yang PRESISI mendukung pemulihan ekonomi dan reformasi struktural untuk mewujudkan Indonesia tangguh – Indonesia tumbuh, jadikan semangat baru bagi Polri dengan selalu bersinergi dengan kita semua dalam menjaga Kamtibmas di Kota Samarinda kita tercinta ini.

“Peringatan hari Bhayangkara yang ke-76 pada tanggal 1 Juli lalu menjadi momentum Institusi Polri untuk terus meningkatkan profesionalisme dalam menjawab tantangan digitalisasi, tidak hanya itu Polri juga memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga stabilitas keamanan masayarakat sekaligus mendukung Pemerintah untuk membangkitkan Perekonomian nasional pasca Pandemi,” ujar Kapolresta Samarinda.

Sementara itu dalam kesempatannya, Anggota DPRD Kota Samarinda Komisi I Andi Muhammad Afif Rayhan Harun,S.H mengucapkan selamat hari Bhayangkara Ke-76, bagi saya Polri adalah pelindung masyarakat otomatis masyarakat harus percaya kepada Polri. ” Keamanan Kota Samarinda sejauh ini sangat kondusif, kami berharap untuk selalu masyarakat Kota Samarinda agar bersama-sama menjaga kondusifitas Kota Samarinda, dikarenakan ini merupakan tanggung jawab kita bersama,” tutupnya.

Tidak ada komentar:

SATUAN RESERSE NARKOBA MENGUNGKAP PELAKU PENYALAHGUNAAN NARKOBA JENIS SABU

   Dalam proses observasi ke lokasi-lokasi yang kerap dijadikan tempat transaksi Narkoba, Satresnarkoba Polresta Samarinda mendapatkan dua t...