Minggu, 18 April 2021

POLSEK SUNGAI PINANG, KORAMIL DAN MUSPIKA SUNGAI PINANG GELAR CIPTA KONDISI, AMANKAN TUJUH WANITA DAN SATU ORANG PRIA



Polsek Sungai Pinang - Jika pekan lalu razia cipta kondisi yang dilakukan Polsek Sungai Pinang, Koramil dan Muspika Sungai Pinang adalah menertibkan pengunjung dan pemilik cafe atau warung makan serta arena ketangkasan yang kurang dan tidak patuh pada protokol kesehatan utamanya penggunaan masker dan menjaga jarak.


Kali ini cipta kondisi kembali digelar pada Sabtu (17/04/21) malam dengan sasaran penyewaan kamar hotel melati yang kerap di salah gunakan untuk berkencan. Sebab, berdasar laporan meski di bulan suci ramadan kamar hotel kelas melati kerap dijadikan ajang prostitusi para muda mudi.


Sebelum bergerak petugas gabungan melaksanakan apel singkat di halaman Mapolsek Sungai Pinang. Hasil koordinasi, tiga hotel kelas melati yang ada di wilayah Kecamatan Sungai Pinang menjadi sasaran petugas yang bergerak sekitar pukul 21.30 Wita.


Awalnya petugas menyasar hotel di Jalan Merdeka. Di hotel berlantai tiga ini. Petugas mendapati tiga orang perempuan yakni Le (26), Ta (22) dan Ma (25). Ketiga wanita ini diduga sebagai wanita bokingan yang siap menerima panggilan atau open BO. Lantaran mencurigakan ketiganya kemudian dibawa petugas.


Sasaran kedua, petugas kemudian mengarah hotel melati di Jalan KH Samanhudi (Eks Jalan Rajawali). Di hotel berlantai dua ini petugas mendapati dua perempuan yakni Am (17), Si (25) dan satu laki-laki berinisial Ma (30) dalam satu kamar. 

Lantaran tidak dapat menunjukan bukti identitas yang jelas apa hubungan antar ketiganya, terlebih mereka terlihat gugup serta mencurigakan petugas selanjutanya membawanya untuk di data kembali.


Hotel kelas melati selanjutnya yang dituju petugas berada di Jalan Pelita. Di hotel berlantai tiga ini, petugas dikejutkan sepasang kekasih yang menginap disalah satu kamar. Sang wanita DM (21) dan sang pria SR (20) kedapatan sengaja menginap untuk berkencan.


Mirisnya lagi saat dilakukan penggeledah ditemukan sebuah bong atau alat hisab sabu yang disembunyikan di dalam lemari kamar. Awalnya SR sempat menolak jika bong itu miliknya. Namun setelah didesak akhirnya keduanya mengakui jika mereka memang pesta sabu di kamar tersebut dan saat ditanya keduanya bukanlah suami istri.


Setelah berkeliling kamar dan tidak mendapati hal mencurigakan kembali. Petugas selanjutnya membawa pasangan muda mudi tanpa ikatan nikah ini dan bergabung dengan enam wanita yang di amankan sebelumnya menuju Mapolsek Sungai Pinang untuk dilakukan pendataan dan pembinaan.


Camat Sungai Pinang, Siti Hasanah, M.Si menjelaskan, sasaran cipkon atau operasi yustisi pada malam ini memang berbeda dari sebelumnya. 

Banyaknya laporan masyarakat jika kamar hotel disalah gunakan selama bulan suci ramadan menjadi dasar dipilihnya giat cipkon menyasar hotel kelas melati “sebelum menyasar hotel kami sempatkan menyasar salah satu cafe di Jalan D.I. Pandjaitan yang ramai pengunjung.” kata Siti


“Di lokasi itu kami mengimbau kembali agar pengunjunh mentaati protokol kesehatan dan meminta pemik cafe tutup sesuai Surat Edaran (SE) Wali Kota Samarinda tentang batas jam operasilan cafe dari jam 17.00-22.00 Wita.” Sambung Siti.


Di tiga hotel kelas melati yang disasar dimana petugas menemukan 7 wanita dan 1 laki-laki, Camat Sungai Pinang ini cukup kaget sekaligus miris, laporan masyarakat ternyata benar adanya.


“Harusnya pada bulan suci ini mereka bisa memanfaatkan untuk beribadah dengan baik. Dan selanjutnya untuk 6 wanita kami data dan diberi pembinaan, semnetara untuk pasangan muda-mudi yang kedapatan nyabu kami serahkan kepada pihak kepolisian,” ungkap Siti.


Sementara, Kapolsek Sungai Pinang, Kompol Muhammad Jufri Rana, S.H. menjelaskan, cipkon sekaligus yustisi covid-19 dilakukan untuk menyadarkan sekaligus mengingatkan akan bahaya covid-19 yang masih merebak di Kota Samarinda khususnya di Kecamatan Sungai Pinang, “Kami menegaskan kembali tentang protokol kesehatan yang harus ditaati saat beraktifitas di luar rumah yang menjadi wilayah hukum Polsek Sungai Pinang,” kata Jufri.


Selain itu, ungkap Kompol Jufri sasaran cipkon tersebut adalah premanisme, narkoba, sajam, miras dan yang tidak dapat tunjukan KTP. Ini wujud antisipasi terhadap tindak kriminalitas.


“Untuk enam wanita kami panggil orang tua atau keluarganya. Sementara untuk pasangan muda-mudi, selain kami panggil orang tua juga kami lakukan penyelidikan lebih lanjut tentang barang bukti alat hisap sabu yang ditemukan dindalam kamar yang keduanya sewa,” tutup Kompol Muhammad Jufri.

Tidak ada komentar:

30 Tahun Mengabdi, Alumni Akpol 91 dan Mahasiswa Gencarkan Vaksinasi Percepat Herd Immunity

  JAKARTA - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengapresiasi mahasiswa yang ikut berperan aktif dalam mendukung target Pemerintah dalam m...