Senin, 08 Maret 2021

DUA ORANG PELAKU PEMBAWA NARKOTIKA JENIS SABU SEBERAT 36,23 GRAM BRUTO BERHASIL DI BEKUK RESKRIM POLSEK SAMARINDA ULU

SAMARINDA - Dikejar petugas dan menabrak mobil, dua pelaku peredaran gelap narkotika jenis sabu-sabu dibekuk pada Sabtu (7/3/2021) lalu sekitar pukul 17.15 WITA di Jalan Kadrie Oening Kelurahan Air Hitam Kecamatan Samarinda Ulu. 


Bermula ketika petugas mendapatkan informasi, jika akan terjadi transaksi sabu-sabu di Jalan Juanda 6 Kelurahan Air Hitam Kecamatan Samarinda Ulu, tepat di pinggir jalan, dekat lapangan sepak bola. 


"Kami dapat informasi, akan ada transaksi, kemudian kami melakukan pemantauan dan pengamatan. Dan melihat ada seseorang yang meletakkan sebuah bungkusan di pinggir jalan menggunakan sepeda motor, kemudian langsung pergi," ungkap Kapolsek Samarinda Ulu Kompol Ricky Ricardo Sibarani melalui Kanit Reskrim Iptu Fahrudi Senin (8/3/2021) hari ini. 


"Namun, belum bisa kita amankan, karena kalau kami kejar, ya barang nanti bisa hilang. Makanya, kami menunggu yang akan mengambil barang tersebut," sambungnya. 


Tak berselang lama, datang dua orang mengendarai sepeda motor jenis Honda Vario KT- 2657-BDL warna hitam dan mengambil barang tersebut. 


"Setelah itu kami langsung ikutin, tetapi mereka mengetahui diikuti, pelaku yang mengemudikan langsung ngebut dan terjadi kejar-kejaran. Nah, sampai di Jalan Kadrie Oening, tiba-tiba ada mobil berhenti, langsung ditabrak dan mereka terjatuh, disitu langsung kami amankan," tuturnya. 


Kemudian, pihaknya langsung melakukan penggeledahan dan ditemukan satu poket narkotika jenis sabu-sabu seberat 36,23 gr bruto yang disimpan dalam kemasan makanan ringan, dari pelaku bernama Sumardi (28), sedangkan satu pelaku Adrianus Juan (19) yang mengemudi. 


"Iya, saat kami geledah barangnya itu kami temukan diselipkan di badan Suwardi, yang di simpan dalam kemasan makanan ringan. Kemudian keduanya langsung kami bawa ke Polsek Samarinda Ulu," terangnya. 


Nah, berdasarkan hasil introgasi yang dilakukan,  keduanya mengaku barang tersebut hendak dibawa ke Kutai Barat (Kubar) Barong Tongkok. 


"Tetapi, setelah sampai, baru mereka akan dihubungi orang disana. Jadi, komunikasinya hanya melalui ponsel, dengan private number. Ya, itu juga sama dengan yang menaruh barang, sehingga jejaknya terputus," bebernya. 


Sehingga, untuk peran keduanya sebagai kurir saja dan mereka mengaku diupah Rp 5 juta, setelah barang sampai tujuan. 


"Ngakunya diupah Rp 5 juta, kalau barang sudah sampai. Yang jelas, kami masih akan melakukan pengembangan terkait dengan asal barangnya ini," pungkasnya.


Untuk pelaku kami kenakan pasal Kasus Peredaran Gelap Narkotika Sebagaimana Dimaksud Dalam Pasal 114 ayat (2) dan atau pasal 112 ayat (2) huruf a UU RI No.35 Tahun 2009. Tentang Narkotika. Tutupnya.

Tidak ada komentar:

PERSONIL POLSEK SAMARINDA KOTA HADIRI GIAT RAKOR PENANGANAN COVID-19 DI SAMBUTAN

Sambutan - Bhabiankamtibmas Sambutan Polsek Samarinda Aipda Yoyok Setiawan menghadiri Giat Rakor intansi Kec. Sambutan dengan Kel. Sambutan ...