Kamis, 28 Januari 2021

PEMBUAT INEKS OPLOSAN DIAMANKAN POLSEK SUNGAI PINANG DI JUAL UNTUK BELI SABU


SAMARINDA - Polsek Sungai Pinang membekuk pembuat ineks oplosan, dua pemuda pada Selasa (26/1/2021) lalu sekitar pukul 23.00 WITA di Jalan Rapak Benuang Kelurahan Gunung Lingai Kecamatan Sungai Pinang.


Kedua tersangka yakni M Feris Arya Shandi (27) warga Jalan Dr Soetomo Kelurahan Sidodadi Samarinda Ulu dan Riswin Tri Permadhi Pemuda (23) warga Jalan Agus Salim Kelurahan Sungai Pinang Luar Samarinda Kota.


Kapolsek Sungai Pinang Kompol Rengga Puspo Saputro mengatakan pengungkapan tersebut bermula ketika anggota mendapatkan informasi jika di Tempat Kejadian Perkara (TKP) dimaksud, akan dilakukan transaksi narkoba.


Sehingga, atas informasi itulah, petugas pun langsung melakukan pengamatan dan pemantauan, nah terlihat dua orang sedang duduk diatas sepeda motor yang dicurigai, kemudian anggota pun langsung mengamankan keduanya.


"Saat dilakukan penggeledahan ditemukan dua butir pil ineks oplosan warna biru dari pelaku bernama Feris. Kemudian, dilakukan pengembangan ke rumah pelaku dan ditemukan 50 butir pil lagi," ungkapnya.


"Jadi, ini bukan jenis narkoba sungguhan, melainkan jenis obat yang tidak memiliki izin edar," sambungnya.


Lanjut kata Rengga, keduanya ini membuat pil tersebut dari m dua macam obat generik, kemudian ditumbuk dan dicampur menjadi satu.


"Untuk pewarnanya mereka menggunakan tinta spidol. Setelah dikeringkan, barulah dicetak menggunakan kunci grendel yang telah dimodifikasi dan ditambah logo rolex," imbuhnya.


Untuk modus operandinya, kata Rengga tersangka membuat ineks bodong oplosan ini, untuk diedarkan dan dtukar dengan sabu-sabu.


"Jadi, selain dia jual juga ditukar dengan sabu-sabu, karena ternyata mereka ini pencandu narkotika jenis sabu-sabu. Dan biasanya kalau dijual Rp 100-200 ribu, itu dia kembali belikan sabu-sabu lagi," tandasnya.


Sehingga atas perbuatannya kedua pelaku dijerat dengan pasal 196 Jo pasal 106  ayat (2) dan (3) UU RI No.36 Tahun 2009 yang dengan sengaja memproduksi atau mengedarkan yang tidak memenuhi standar, tentang kesehatan dengan ancaman pidana maksimal 10 tahun.


"Iya, pelaku dijerat dengan undang-undang kesehatan, karena ini tidak masuk dalam narkotika, ya meski efeknya hampir sama," pungkasnya.

Tidak ada komentar:

WUJUDKAN DISIPLIN PROKES POLSEK SAMARINDA SEBERANG GELAR OPERASI YUSTISI GABUNGAN

Gencarkan pendisiplinan protokol kesehatan, Polsek dan Koramil Samarinda Seberang menggelar operasi yustisi covid-19 Polsek dan Koramil Sama...