Minggu, 22 November 2020

Polresta samarinda gabungan bersama polsek samarinda ulu serta polda kaltim berhasil meringkus pelaku pendorongan ke sungai mahakam yang mengakibatkan tewasnya seseorang



Polrestasamarinda.com - Personil gabungan Polresta Samarinda dan Polsek Samaridna Ulu serta Polda Kaltim berhasil meringkus kedua pelaku pendorong Gusti Dwi Prasojo (18) dan Muhammad Zidan Maulana (19).



Keduanya diamankan di tempat berbeda, pelaku berinisial JS (22) di pelabuhan Pare pare pada Kamis (19/11), sedangkan AP (21) di Samarinda Seberang di kediamannya Jumat (20/11) lalu.



Kasat Reskrim Polresta Samarinda, Kompol Yuliansyah, S.H. S.I.K menjelaskan, pada Selasa (17/11) dini hari sekitar pukul 02.00 WITA di tepian Mahakam, tepatnya Jalan R.E. Martadinata kel.Teluk Lerong Ilir Kec.Samarinda Ulu, saat itu korban (Gusti) didatangi oleh kedua pelaku, yang sejak awal pelaku memang telah berniat untuk mengambil HP milik korban.



Tetapi, niatnya tersebut terhenti sejenak, pasalnya saat itu tiba-tiba rekan korban yakni Zidan datang ke lokasi kejadian.



"Setelah rekannya ini datang dan duduk bersama, kedua pelaku pun mendatangi korban, dengan berpura-pura meminta rokok, setelah diberikan rokok, kemudian pura-pura menunjukkan sebuah foto dari HP salah pelaku, apakah mengenal orang tersebut," ungkapnya saat press release Minggu (22/11) di Mako Polresta Samarinda.



"Semua hanya modus pelaku saja, setelah menanyakan itu, pelaku berinisial AP pun langsung mendorong saksi yang selamat yakni Zidan ke sungai, kemudian disusul oleh pelaku utama JS mendorong Gusti," sambungnya.



Usai melakukan aksinya tersebut, tambah kasat, keduanya pun langsung mengambil HP milik korban yakni Gusti yang diletakkan di atas turap. 


"Dia ambil Hp korban, kemudian kabur," bebernya.



Usai kejadian itu, Gusti tercebur dan tak timbul, semantara Zidan rekannya berhasil menyelamatkan diri, dengan berpegangan pada tiang turap hingga sampai ke Intake Teluk Lerong, yang berjarak sekitar 100 meter, dari Tempat Kejadian Perkara (TKP).



Tak sampai disitu saja, ternyata usai melakukan aksinya tersebut kedua pelaku kembali melakukan kejahatan, dengan melakukan penjambretan HP di kawasan Samarinda Seberang.



"Malamnya itu, dia beraksi menjambret Hp di Samarinda Seberang. Setelah aksinya menjambret ini barulah salah satu pelaku yakni JS langsung berusaha kabur ke Pare pare, dan disanalah pelaku ditangkap, karena sempat melakukan perlawanan, akhirnya kami memberikan tindakan tegas dan terukur kepada pelaku," ujarn kasat reskrim.



Sementara Hp milik korban tersebut dijual JS kepada sang ibu, seharga Rp 400 ribu, sebagai modal dirinya untuk kabur ke Pare pare.



"Uang itu dia berikan ke AP Rp 100 ribu dan sisanya untuk dia. Dan uang itu masih tersisa Rp 150 ribu, ini yang kami amankan saat kami ringkus di Pare pare," bebernya.



Selain uang hasil penjualan Hp, petugas juga mengamankan beberapa barang bukti lainnya yakni pakaian yang dikenakan korban serta pakaian para pelaku, satu unit sepeda motor milik pelaku, Hp pelaku serta sebilah badik.



"Saat kejadian itu, pelaku ini membawa badik dan dipegang ditangannya, tetapi tidak dikeluarkan dari sarungnya, hanya menakuti korban saja. Karena, saat itu pelaku juga dengan mudah melakukan aksinya dengan mendorong korbannya," terang Kompol Yuliansyah.



Sehingga atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan Juncto 339 KUHP tentang mencoba mempermudah aksi kejahatannya.



"Jadi kami Junctokan dan sudah kami koordinasikan ke pihak jaksa, 339 KUHP karena yang bersangkutan ada perbuatan mencoba mempermudah perbuatannya," tandasnya.



Selain itu, JS (22) ternyata residivis dengan kasus curanmor yang baru keluar bui pada Maret 2020 lalu, merupakan penerima asimilasi gelombang pertama.



"Dia residivis dan penerima asimilasi pada Maret 2020 lalu. Setelah keluar dia beraksi dan melakukan aksinya bersama dengan rekannya AP, jadi dia itu memang spesialis pencurian Hp, karena selama keluar penjara hanya Hp saja targetnya," pungkasnya.



Untuk diketahui korban atas nama Gusti tersebut ditemukan mengambang pada Kamis (19/11) dini hari sekitar pukul 00.45 WITA tak jauh dari TKP korban tenggelam berjarak 100 meter ke tengah sungai.

Tidak ada komentar:

UPAYA CEGAH PENYEBARAN COVID-19, POLSEK SAMARINDA SEBERANG BAGIKAN MASKER

Bersatu melawan virus corona, Polsek Samarinda Seberang kembali menggelar operasi yustisi covid-19 Jajaran Polsek Samarinda Seberang kembali...