Kamis, 06 Februari 2020

Tim Macan Borneo Polresta Samarinda Rilis Ungkap Kasus Pencurian Alat Berat


Polrestasamarinda - Tim Macan Borneo Unit Jatanras Sat Reskrim Polresta Samarinda merilis hasil ungkap kasus Pencurian Alat Berat kepada awak media di Mako Polresta Samarinda, Kamis (6/2).

Berawal pada hari hari Jumat tanggal 31 Januari sekira pukul 20.00 Wita di Cafe BSS Alaya. Sdr I dengan membawa sdr RT bertemu dengan Sdr H, sdr PS, sdr YY dan sdr RH membicara masalah ongkos pemotongan alat berat Exacavator dan saat itu disepakati ongkos pemotongan sebesar Rp. 20.000.000,00 dengan DP sebesar Rp. 5.000.000,00 yang dipergunakan untuk membeli liquid dalam tabung besar warna silver dan Gas Elpiji 15 Kg sebanyak 2 tabung, stang blander, mata blander, dan kebutuhan pada saat pemotongan. 


Kemudian, pada hari Minggu 2 Februari 2020 sekira Pukul 01.00 WITA Sdr H, Sdr PS dan Sdr RT bekerja memotong alat berat tersebut dan pada pukul 03.30 WITA Sdr I pulang sementara Sdr RT pulang setelahnya. Kemudian pada pukul 08.30 WITA sdr YY, sdr H, Sdr PS dan Sdr RT melanjutkan pekerjaan melakukan pemotongan alat berat itu dan pada pukul 12.00 WITA, beristirahat dan dilanjutkan kembali pada pukul 14.00 WITA sampai pukul 17.00 WITA.

Saat dihentikan warga dan menanyakan alat berat itu milik siapa dan siapa yang menyuruh maka tidak ada dokumen yang ditinggalkan sampai datang H. BUDI yang mengakui pemilik alatnya. Kemudian H. Budi melaporkan kejadian tersebut ke Mapolresta Samarinda. 


"Selanjutnya Tim Macan Borneo Unit Jatanras Sat Reskrim Polresta Samarinda mengamankan ke 5 tersangka berinisial Y,  H,  PS, RT dan RS ke Mako Polresta Samarinda", Ucap Kasat Reskrim Kompol Damus Asa, S.H.,S.I.K.


Kemudian Barang Bukti yang berhasil yang diamankan 1 unit Blender Asetelin,2 buah tabung LPG berat 12 kg,1 Unit Genset, 1 biji Linggis,1 buah Palu,1 (satu) Unit Mobil Suzuki Carry dengan Nomor Polisi KT 8485 NH, Alat berat jenis Hydraulic Excavator Merk Dossan DX 700,1 unit Sepeda Motor Merk Yamaha Mio J Nomor Polisi KT 6897 SB Dan 1 unit Sepeda Motor Yamaha Alpa Nomor Polisi KT 2392 BDP.


Setelah kami lakukan pengembangan lebih lanjut terhadap kasus ini kami temukan tersangka baru berinisial A yang sudah kami amankan ke Mako Polresta Samarinda  dan tersangka I  yang masih berstatus DPO . 

"Jadi sampai saat ini pelaku yang kami amankan sebanyak 6 orang dan kami kenakan pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama 7 tahun", Tutup Kasat Reskrim Polresta Samarinda.

Tidak ada komentar:

Personel Polsek Sungai Pinang Jamin Rasa Aman Warga Masyarakat Serta Monitoring Penerapan Protokol Kesehatan Di Bandara APT. Pranoto Samarinda

Personel Polsek Sungai Pinang Jamin Rasa Aman Warga Masyarakat Serta Monitoring Penerapan Protokol Kesehatan Di Bandara APT. Pranoto Samarin...