Kamis, 15 Agustus 2019

Polresta Samarinda berhasil ungkap laporan palsu pencurian modus pecah kaca dengan kerugian senilai 800 Juta.

Polresta Samarinda berhasil
ungkap laporan palsu pencurian modus pecah kaca dengan kerugian senilai 800 Juta.

Polresta Samarinda pada hari Kamis lalu (8/8) menerima laporan seorang pria berinisial N bahwa dirinya telah mengalami pencurian dengan pemberatan di Jl Proklamasi 1, Sungai Pinang Dalam, Samarinda. N mengaku kaca mobilnya dipecah dan tas berisi uang Rp 800.000.000,- yang berada didalam mobilnya hilang.

Kapolresta Samarinda Kombes Pol Vendra Riviyanto SIK MH tak selang lama setelah kejadian langsung memimpin olah TKP di Jl Proklamasi 1.  " Ada yang janggal memang saat di TKP,  yaitu ukuran lubang kaca yang terlalu kecil untuk mengambil tas berisi 800 juta" Ucap KBP Vendra saat rilis (15/8).

Personel Polresta Samarinda yang melakukan penyelidikan kemudian berhasil mengamankan AF dan IR yang merupakan karyawan dari saudara N. Setelah dilakukan penyelidikan mendalam AF dan IR mengaku bahwa pencurian itu tidak benar tejadi atau hanya rekayasa bosnya.

" Jadi Laporan Polisi yang telah dibuat kemarin itu kita cabut dan kita buatkan kembali Laporan Polisi model A, sementara untuk uang 800 juta itu fiktif (tidak ada) ". Tambah KBP Vendra.

Diduga motif aksi ini lantaran saudara N terlilit hutang kepada pemilik modal atau yang memberikan pinjaman uang kepada N. AF dan IR sebagai pelaku aksi ini masing masing mendapat Rp 1,5 juta.

Saat ini AF dan IR serta barang bukti 1 sepeda motor Satria FU yang digunakan untuk berpura pura membawa lari uang saudara N telah diamankan di Polresta Samarinda,  sementara saudara N (otak rekayasa) dimasukkan dalam daftar pencarian orang (DPO).

Para tersangka ini dijerat dengan Pasal 14 Undang Undang No 1 Tahun 1946 tentang peraturan hukum pidana yaitu telah menyiarkan berita atau pemberitahuan bohong, dengan sengaja menerbitkan keonaran dikalangan rakyat dan mendapat ancaman hukuman penjara setinggi-tingginya 10 tahun.

Rabu, 14 Agustus 2019

Polsek Samarinda Seberang Berhasil amankan 2 pelaku jambret

Polsek Samarinda Seberang Berhasil amankan 2 pelaku jambret.
.
Personel berhasil mengamankan tersangka JD dan MS setelah mendapat laporan akan adanya aksi penjambretan di Jl HM Rifaddin ( Depan SMA Negeri 10) Samarinda. Korban atas nama Susan Rustika saat itu tiba-tiba dipepet 2 orang berboncengan yang menggunakan sepeda motor Suzuki Satria FU.  Tersangka MS yang dibonceng langsung memotong tas korban menggunakan pisau (Cutter) dan mengakibatkan luka robek pada bagaian tangan kiri korban.
.
Atas kejadian tersebut korban kehilangan tas yang berisi 1 Unit telepon genggam dan 1 buah dompet berisi uang Rp. 200.000,- dan mengalami 2 luka sayatan.
.
Personel yang melakukan penyelidikan berhasil mengamankan tersangka di daerah Kec. Sungai Kunjang dan barang bukti berupa 3 Unit telepon genggam, 1 buah pisau (Cutter)  dan 1 Unit sepeda motor Satria FU ( motor hasil curian di Jl M.Said Gg Senyum 3).
. .
" Para pelaku ini telah melaksanakan aksinya sebanyak 20 kali di Samarinda " Ucap Iptu Teguh Kanit Reskrim Polsek Samarinda Seberang saat rilis. . .
Sementara itu pelaku MS dan JD mengaku saat melakukan aksinya dalam keadaan mabuk minuman keras. " saya tidak berani jambret kalau tidak mabuk,  jadi harus mabuk dulu " terang tersangka MS.
.
.
Sementara itu Kapolresta Samarinda Kombes Pol Vendra Riviyanto SIK MH menyampaikan "Kami sudah lakukan tindakan tegas kepada kedua pelaku ini karena sangat meresahkan dan melawan saat akan diamankan".

Unit Eksus Gagalkan Penyelundupan Pakaian Bekas Illegal

Unit Eksus Polresta Samarinda yang dipimpin Kasat Reskrim Kompol Sudarsono SIK MSi berhasil gagalkan penyelundupan baju dan sepatu bekas asal Tawau ( Malaysia). (12/8)

Personel awalnya menerima informasi dari masyarakat bahwa ada pengangkutan barang berupa baju dan sepatu bekas dari daerah Tawau ( Malaysia). Kemudian personel Unit eksus melakukan pemantauan di daerah Kel Tanah Merah, Samarinda yang merupakan jalur masuk kendaraan menuju Kota Samarinda.

Hampir tengah malam (12/8), personel akhirnya mendapati kendaraan truk yang diduga membawa baju dan sepatu bekas tersebut. Setelah di geledah, truk tersebut benar memuat pakaian bekas tersebut sebanyak 20 karung yang dibeli oleh tersangka IP. 

Selanjutnya dari hasil penggeledahan di kediaman IP di Jl KH Wahid Hasyim,  Samarinda Utara, personel kembali menemukan 100 karung pakain bekas yang juga barang selundupan dari luar negeri.

" Barang ini dari Tawau dibawa menggunakan kapal menuju Berau, setelah itu baru dibawa menggunakan truk menuju Samarinda " Ungkap Kasubnit 1 Eksus Ipda Reno.

" Pelaku IP sudah menjalankan usahanya ini kurang lebih 10 tahun ", tambah Ipda Reno.

Tersangka IP diduga telah melakukan tindak pidana pelaku usaha yang melakukan kegiatan usaha perdagangan tidak memiliki perizinan dibidang perdagangan yang diberikan oleh Menteri dan atau setiap importir yang mengimpor barang dalam keadaan tidak baru.  Hal ini sebagaimana dimaksud Pasal 106 Jo Pasal 24 ayat 1 dan atau Pasal 111 Jo Pasal 47 Ayat 1 Undang Undang RI No. 7 tahun 2014 tentang perdagangan dengan ancaman hukuman penjara diatas 5 tahun.

" Untuk mengantisipasi pergerakan barang illegal ini, Sat Reskrim tentunya akan melakukan razia razia rutin karena berdasarkan undang-undang untuk impor itu tidak boleh barang bekas tetapi harus baru " tutup Kasat Reskrim Kompol Sudarsono.

Sinergitas TNI Polri berhasil padamkan karhutla

Sinergitas TNI Polri
berhasil padamkan Karhutla

Bhabinkamtibmas Kelurahan Loa Bakung Bripka Jumiarto bersama Babinsa & petugas pemadam berhasil memadamkan kebakaran lahan yang terjadi di belakang mes Hartati Jl KH Hasyim Ashari RT 33 Kel. Loa Bakung.

Saat ini petugas masih melakukan penyemprotan air untuk membasahi lahan agar tidak terjadi kebakaran kembali.  Sementara untuk penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan.

Kapolresta Samarinda melalui Kapolsek Sungai Kunjang Kompol IGK Suardana menyampaikan " Dihimbau kepada masyarakat mari bersama kita jaga dan jangan sampai terjadi pembakaran lahan karena itu melanggar hukum ".

Polsek Sungai Pinang ungkap kasus penyalahgunaan narkoba jenis sabu

Polsek Sungai Pinang ungkap kasus penyalahgunaan narkoba jenis sabu.

Personel mendapat laporan dari masyarakat akan adanya transaksi narkoba di sebuah warung yang sudah tutup di Jl D.I. Panjaitan. Menindaklanjuti laporan tersebut personel berhasil mengamankan CB dan barang bukti 1 poket sabu seberat 0.43 Gram Bruto.

CB mengaku barang tersebut diperoleh dari saudara HM yang tinggal di Gg 2 Jl DI Pandjaitan. Saat menuju lokasi, personel berpapasan dengan HM di jalan dan berhasil mengamankan HM dengan barang bukti 1 poket sabu seberat 0,57 Gram Bruto.

Personel selanjutnya melakukan penggeledahan di rumah HM dan mendapati sdra MR sedang bersembunyi di kamar mandi. MR sempat menyembunyikan barang bukti 1 buah dompet di dalam lubang kloset, dompet tersebut berisi 20 Poket Sabu masing masing 10 poket seberat 0,40 gram bruto dan 10 poket seberat 0,30 gram bruto.

Ketiga tersangka dan barang bukti 22 poket sabu saat ini telah diamankan di Polsek Sungai Pinang untuk proses pemeriksaan lebih lanjut


Polresta Samarinda berhasil ungkap laporan palsu pencurian modus pecah kaca dengan kerugian senilai 800 Juta.

Polresta Samarinda berhasil ungkap laporan palsu pencurian modus pecah kaca dengan kerugian senilai 800 Juta. Polresta Samarinda pada h...