Selasa, 20 Mei 2014

EKSEKUSI PENGOSONGAN TANAH DI GANG MUSYAWARAH


Samarinda, Senin tanggal 19 Mei 2014  Puncak sengketa tanah seluas 11.145 meter persegi, antara penggugat Achmad Murhan, dengan warga Jalan Pangeran Diponegoro, Gang Musyawarah (eks Gang Garuda) RT 13, Kelurahan Pelabuhan, Samarinda Kota terjadi. Tim Juru Sita Pegadilan Negeri (PN) Samarinda, aparat kepolisian dan kuasa hukum serta massa dari kubu Achmad Murhan datang ke lokasi tanah yang diributkan sejak 2006. Kedatangan mereka untuk melaksanakan eksekusi delapan bangunan rumah warga yang masih berdiri di atas tanah sengketa. Juru sita PN Samarinda Edi Purwoyuwono, lantas membacakan putusan Ketua PN Samarinda Nomor : W18.UI/1213/Pdt.01.5/V/2014 tertanggal 5 Mei 2014, tentang Pemberitahuan pelaksanaan eksekusi pengosongan perkara perdata Nomor : 33/Pdt.G/2011/PN.Smda, tertanggal 14 Februari 2014. Pukul 13.00 Wita, setelah warga dan kuasa hukum penggugat Effendi Mangunsong, sempat melakukan negosiasi yang tidak juga berbuah hasil. Juru sita PN lantas melanjutkan proses eksekusi penggusuran rumah warga secara paksa, sehingga membuat warga kembali berang. Delapan rumah yang menjadi sasaran bongkar paksa yakni milik Sukarsih, Djumanto, Karsiyem, Sunarto, Abdul Kadir Jailani, La Abu, Hafidz dan rumah ketua RT 13 yakni Maria Ulfa. Saat giliran rumahnya yang akan dibongkar. Adik Maria Ulfa, yakni Tri Indrawati berbuat nekat dengan menghalau alat berat yang berjalan di depannya. Meski pun sempat mendapat perlawanan, namun eksekusi delapan rumah secara paksa itu akhirnya berjalan dengan lancar hingga pukul 17.45 Wita. Panitera PN Samarinda Marten Teny Pietersz yang juga turun ke lapangan mengatakan, surat pemberitahuan pelaksanaan eksekusi sudah disampaikan kepada warga sebanyak dua kali. Sementara itu, Maria Ulfa yang ditemui sejumlah awak media di lokasi pembongkaran menyatakan, alasan warga menolak eksekusi karena menganggap putusan belum sepenuhnya inkrah.

Tidak ada komentar:

Kalolresta Samarinda peduli ketahanan pangan di tengah pandemi dengan cara budidaya ikan dan sayur

Kepolisian Resor Kota Samarinda melaksanakan kegiatan demi wujudkan ketahanan pangan ditengah pandemi covid-19 dan menuju new normal atau ta...