Jumat, 23 Mei 2014

REKONTRUKSI PENGANIAYAAN


Samarinda, Jum’at tanggal 23 Mei 2014 10.00 wita bertempat di ruang serbaguna Polresta Samarinda Jl. Slamet Riyadi No.01 telah melakukan Rekontruksi jalannya perkara penganiayaan yang menjadikan matinya sdr MANSYUR yang dilakukan oleh tersangka REZA TEMAN, pada hari kamis tanggal 08 Mei 2014 sekitar pukul 18.30 wita di Jalan Slamet Riyadi Samarinda tepatnya di areal panjat tebing Samarinda Kel. Karang Asam Kec. Sungai Kunjang Kota Samarinda, sebagaimana dimaksud dalam pasal 351 ayat 3 KUHP.

Selasa, 20 Mei 2014

EKSEKUSI PENGOSONGAN TANAH DI GANG MUSYAWARAH


Samarinda, Senin tanggal 19 Mei 2014  Puncak sengketa tanah seluas 11.145 meter persegi, antara penggugat Achmad Murhan, dengan warga Jalan Pangeran Diponegoro, Gang Musyawarah (eks Gang Garuda) RT 13, Kelurahan Pelabuhan, Samarinda Kota terjadi. Tim Juru Sita Pegadilan Negeri (PN) Samarinda, aparat kepolisian dan kuasa hukum serta massa dari kubu Achmad Murhan datang ke lokasi tanah yang diributkan sejak 2006. Kedatangan mereka untuk melaksanakan eksekusi delapan bangunan rumah warga yang masih berdiri di atas tanah sengketa. Juru sita PN Samarinda Edi Purwoyuwono, lantas membacakan putusan Ketua PN Samarinda Nomor : W18.UI/1213/Pdt.01.5/V/2014 tertanggal 5 Mei 2014, tentang Pemberitahuan pelaksanaan eksekusi pengosongan perkara perdata Nomor : 33/Pdt.G/2011/PN.Smda, tertanggal 14 Februari 2014. Pukul 13.00 Wita, setelah warga dan kuasa hukum penggugat Effendi Mangunsong, sempat melakukan negosiasi yang tidak juga berbuah hasil. Juru sita PN lantas melanjutkan proses eksekusi penggusuran rumah warga secara paksa, sehingga membuat warga kembali berang. Delapan rumah yang menjadi sasaran bongkar paksa yakni milik Sukarsih, Djumanto, Karsiyem, Sunarto, Abdul Kadir Jailani, La Abu, Hafidz dan rumah ketua RT 13 yakni Maria Ulfa. Saat giliran rumahnya yang akan dibongkar. Adik Maria Ulfa, yakni Tri Indrawati berbuat nekat dengan menghalau alat berat yang berjalan di depannya. Meski pun sempat mendapat perlawanan, namun eksekusi delapan rumah secara paksa itu akhirnya berjalan dengan lancar hingga pukul 17.45 Wita. Panitera PN Samarinda Marten Teny Pietersz yang juga turun ke lapangan mengatakan, surat pemberitahuan pelaksanaan eksekusi sudah disampaikan kepada warga sebanyak dua kali. Sementara itu, Maria Ulfa yang ditemui sejumlah awak media di lokasi pembongkaran menyatakan, alasan warga menolak eksekusi karena menganggap putusan belum sepenuhnya inkrah.

SILATURAHMI PUNAWIRAWAN POLRI


Samarinda, Senin tanggal 19 Mei 2014 pukul 10.00 wita bertempat di ruang serbaguna Polresta Samarinda Jl. Slamet riyadi No. 01 telah berlangsung acara kegiatan arisan ibu bhayangkari sekaligus pertemuan silaturahmi terhadap Purnawirawan Polri dengan Kapolresta Samarinda. Acara tersebut dipimpin langsung oleh Kapolresta Samarinda dan didampingi oleh Ibu Kapolresta Samarinda sekaligus Ketua Bhayangkari serta pemberian bingkisan dan foto bersama.

Selasa, 13 Mei 2014

ACARA KENAL PAMIT KAPOLSEKTA SAMARINDA ULU


Samarinda, Senin tanggal 13 Mei 2014 pukul 09.00 wita, Acara Kenal Pamit Kapolsekta Samarinda Ulu dari  Kompol Burhanuddin, SH, SIK, MH kepada Ajun Komisaris Polisi Yogie Hardiman, SIK dan Perwira Jajaran Polresta Samarinda di ruang serbaguna Polresta Samarinda dan dihadiri Waka Polresta Samarinda AKBP Hari Nugroho, SIK serta personil Polresta Samarinda, acara berlangsung dengan tertib dan aman.

Kamis, 08 Mei 2014

DUA KELOMPOK BENTROK, TIGA ORANG TERLUKA


Samarinda, Rabu tanggal 07 Mei 2014 04.00 wita Bentrokan dua kelompok terjadi di Jalan Aminah Syukur, Kelurahan Pelabuhan, Samarinda Kota tepatnya di rumah makan Sari Laut Simpang Tiga, Rabu (7/5) dini hari sekitar pukul 04.00 Wita. Tiga pria yang merupakan pengunjung rumah makan yakni Masri, Roben dan Bram mengalami luka tikam di bagian perut, dada serta pinggang dalam keributan itu. Ketiganya lantas dilarikan ke RS Dirgahayu sesaat setelah kejadian. Ulah pelaku penikaman yang belum diketahui pasti penyebabnya itu, memancing amarah rekan ketiga korban yang lantas pergi ke Tempat Kejadian Perkara (TKP). Situasi di lokasi kejadian sempat memanas, lantaran puluhan orang teman ketiga korban yang geram dengan perbuatan kelompok lain itu tak menemukan satu pun pelaku. Aparat kepolisian Polsekta Samarinda Ilir dan Polresta Samarinda yang diterjunkan ke lapangan untuk melakukan pengamanan tak dapat berbuat banyak meski melihat puluhan orang yang terbakar emosi itu, mempersenjatai diri dengan membawa senjata tajam (sajam). Sekitar pukul 04.30 Wita, puluhan orang dari kubu Masri, Roben dan Bram lantas pergi ke Jalan Pesut, Gang 1, Kelurahan Sungai Dama, Samarinda Ilir. Salah satu rumah di tengah pemukiman warga padat penduduk, yang diduga milik salah satu pelaku penikaman dirusak karena puluhan orang itu tak mendapati seseorang berinisial Ao berada di dalam rumah. Polisi pun melakukan penjagaan di sekitar rumah yang menjadi sasaran amuk sekelompok orang tersebut. Kasus ini ditangani Polresta Samarinda dan masih dalam pengembangan penyelidikan.

Persyaratan Pendaftaran SIM