Selasa, 31 Desember 2013

UPACARA PERINGATAN HUT SATUAN PENGAMANAN (SATPAM) KE-33


Samarinda, Senin tanggal 30 Desember 2013 pukul 08.00 wita,  bertempat di halaman Mako Polresta Samarinda jalan Slamet Riadi No. 1 Samarinda telah dilaksanakan Upacara dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Satuan Pengamanan ( SATPAM ) yang ke 33. Upacara di ikuti oleh  perwakilan personil Polresta Samarinda, TNI, Satpol PP, perwakilkan Satpam yang ada di Kota Samarinda, perwakilan BPBD, dan ormas yang ada di Samarinda serta para tamu undangan. Upacara Peringatan Hut Satpam Ke 33 mengambil tema “melalui HUT SATPAM ke 33 kita tingkatkan profesionalisme satuan pengamanan dalam rangka menyongsong Pemilu 2014 guna terciptanya keamanan dan ketertiban dilingkungan kerja. Selaku Irup pada upacara tersebut adalah  Kabag Ops Polresta Samarinda Kompol Andrias Susanto. N, Msi, SIK. Acara berjalan dengan lancar dan di lanjutkan dengan acara peragaan bela diri oleh satuan pengamanan.

PENGGEREBEKAN SABUNG AYAM


Samarinda, Sabtu tanggal 28 Desember 2013 pukul 15.00 wita,  Anggota Polsekta Samarinda Ulu menggerebek dua arena judi sabung ayam. Satu arena di kawasan Jalan Wiratama, lokasinya berada di perbatasan Kelurahan Teluk Lerong Ilir (TLI) dan Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Samarinda Ulu. Lokasi gelanggang berada hanya beberapa meter dari masjid di kawasan itu. Selama ini aktivitas judi sabung ayam dikeluhkan warga sekitar. Warga yang resah lantas melapor ke Polsekta Samarinda Ulu. Merespon laporan warga, Kapolsekta Samarinda Ulu AKP Burhanudin bersama beberapa anggotanya melakukan penggerebekan. Sayangnya, saat tiba belum ada penjudi atau ayam aduan. Menurut informasi yang di dapat, anggota Polsekta Sasmarinda Ulu datang terlalu cepat. Biasanya penjudi datang sekitar pukul 17.00 Wita hingga menjelang Magrib. Tidak ingin pulang dengan tangan hampa, anggota lalu mengobrak abrik arena sabung ayam itu. Beberapa kandang ayam serta bangku untuk menyaksikan ayam aduan dibakar. Bukan hanya itu, sejumlah lapak kecil yang dibuat dengan penutup terpal seadanya ikut dibongkar dan dibakar.

PEMUSNAHAN BARANG BUKTI NARKOBA JENIS SABU-SABU




Samarinda, Jum’at tanggal 27 Desember 2013 pukul 15.00 wita,  Pemusnahan Barang Bukti Narkoba jenis Sabu-sabu di Mako Polresta Samarinda, berat sabu-sabu 138,23 gram netto dari 7 tersangka yaitu Irwan Herianto, Satria Alas Yuniapura, Adi Hermawan, Ufli Hidayatullah, Sarinah, Karini dan Rudo Cobra. Disaksikan olek Jaksa Penuntut Umum, Siwas, Provos, Paminal, Kasat Narkoba dan Penyidik. Kegiatan berjalan, aman dan lancar.

Selasa, 24 Desember 2013

APEL GELAR PASUKAN OPS TERPUSAT LILIN 2013



Samarinda, Sabtu tanggal 21 Desember 2013 pukul 08.00 wita, Apel Gelar Pasukan Operasi Kepolisian Terpusat Lilin 2013 dalam rangka Pengamanan Natal 2013 dan Tahun Baru 2014. Dimulai dari tanggal 23 Desember 2013 s/d 01 Januari 2014, pelaksanaan Operasi Lilin ini mengantisipasi berbagai Potensi Gangguan Kamtibmas dan Kamseltibcar Lantas yang dapat menggangu perayaan Natal 2013 dan Tahun Baru 2014 dan juga memfokuskan antisipasi terhadap ancaman terorisme, peserta Apel Gelar Pasukan Operasi Terpusat Lilin 2013 terdiri dari Pom, Kodim, Brimob, Sabhara, Dishub, Satpol PP, BPD Kaltim dan Pemadam Kebakaran berjumlah 505 Personil, adapun pengambil Irup Upacara Wakil Wali Kota Samarinda. Kegiatan berjalan dengan lancar dan tertib. 

Rabu, 18 Desember 2013

SARPRAS

KASUBBAG SARPRAS
 


TUGAS POKOK KASUBBAG SARPRAS
  • Hububungan Kasubbagsarpras dengan Kabagsumda bersifat vertikal dan bentuk hubungan  adalah segaris menerima perintah dan memberikan laporan.
  • Memberikan petunjuk dan arahan untuk dilakukan sebagai tindak lanjut penjabaran perintah Kapolresta dalam hal penyelenggaraan manajemen bidang logistik.
  • Menerima laporan pelaksanaan tugas kasubbagsarpras guna diteruskan / dilaporkan oleh Kabagsumda ke Kapolresta / Waka Polresta.





























































Selasa, 17 Desember 2013

BAG REN





TUGAS POKOK KABAGREN
(SESUAI PERKAP 23 TAHUN 2010 PASAL 21)

BagRen bertugas :

Bagren bertugas menyusun rencana kerja (renja),  mengendalikan program dan anggaran, serta menganalisis dan mengevaluasi atas pelaksanaanya, termasuk merencanakan pengembangan satuan kewilayahan.

Bagren menyelenggarakan fungsi :
a.    Penyusunan perencanaan jangka sedang, jangka pendek             Polresta, antara lain rencana strategis (renstra), rancangan renja.
b.    Penyusunan rencana kebutuhan anggaran polresta dalam bentuk rencana kerja anggaran kementrian/lembaga (RKA-KL), daftar isian pelaksanaan anggaran (DIPA), penyusunan penetapan kinerja, kerangka acuan kerja (KAK) atau rincian anggaran biaya (RAB).
c.    Pembuatan administrasi otorisasi anggaran tingkat polresta.
d.    Pemantauan penusunan laporan realisasi aggaran (LRA) dan pembuatan laporan akuntabilitas kinerja satker dalam bentuk laporan akutanbilitas kinerja intansi pemerintah (LAKIP).

Bagren dalam pelaksanaan tugas dibantu :
1.  Subbagian Program dan Anggaran (Subbagprogar),
     bertugas : 
  • Membantu menyusun rencana jangka sedang, jangka pendek Polresta, antara lain Renstra, Rancangan Renja.
  • Menbantu menyusun rencana kebutuhan anggaran Polresta dalam bentuk RKA-KL, DIPA,penyusunan penetapan kinerja, KAK atau TOR, dan RAB.

2.  Subbagian Pengendali Anggaran (Subbagdalgar),
     bertugas :
  • Membantu dalam membuat administrasi otorisasi anggaran tingkat Polresta.
  • Menyusun RLA dan membuat laporan akuntabilitas kinerja Satker dalam bentuk LAKIP meliputi analisis target pencapaian kinerja, program, dan anggaran.


 























































































Senin, 16 Desember 2013

HIMBAUAN

Diumumkan kepada seluruh anggota Polresta Samarinda maupun khalayak umum bahwa atas nama PRIYO UTOMO dan YUDHA NUGRAHA tidak lagi menjadi anggota Polresta Samarinda. Apabila ditemukan anggota tersebut telah melakukan suatu hal merugikan umum yang mengatas namakan anggota Polri / Polresta Samarinda, agar segera melaporkan ke kantor Polisi terdekat / Unit Provos. 
Berikut data dua orang tersebut :

PRIYO UTOMO


YUDHA NUGRAHA






































































































Jumat, 29 November 2013

Persyaratan Pembuatan SIM Baru


Banner
Persyaratan Pembuatan SIM Baru
1. Persyaratan
A. Usia
- SIM A, SIM C dan SIM D pemohon usia 17 tahun
- SIM B I pemohon usia 20 tahun
- SIM B II pemohon usia 21 tahun
- SIM A UMUM pemohon usia 20 tahun
- SIM B I UMUM pemohon usia 22 tahun
- SIM B II UMUM pemohon usia 23 tahun
B. Pas Photo
C. KTP Asli & Foto copy KTP (4 Lembar)
D. Surat Keterangan Sehat Jasmani dan Rohani dari Dokter

2. Tata Cara
A. Mengisi formulir permohonan disertai foto copy KTP dan pas photo
B. Mengikuti Ujian Teori
C. Bila lulus ujian teori, maka berhak untuk mengikuti ujian praktek sesuai dengan jenis SIM yang dikehendaki
D. Bila lulus dalam ujian teori dan praktek, maka pemohon akan dipanggil untuk pembuatan SIM
Persyaratan Perpanjangan SIM A dan SIM C
1. Mengajukan permohonan tertulis
2. Memiliki KTP yang sah dan masih berlaku dan Foto Copy 4 Lembar.
3. Sehat Keterangan Sehat Jasmani dan Rohani (Surat keterangan dr Dokter)
4. SIM asli yang dimohon untuk diperpanjang
5. Biaya Administrasi SIM
6. Asuransi (Asuransi Kecelakaan Diri Pengemudi)

Peraturan Pemerintah (PP) No. 50 Tahun 2010 tentang jenis dan tarif atas jenis PNBP:
- Untuk biaya pembuatan SIM A Rp. 120.000 Perpanjangan SIM A Rp. 80.000.
- Untuk biaya pembuatan SIM C Rp. 100.000 Perpanjangan SIM C Rp. 75.000.
- Biaya Asuransi Rp. 30.000
Peningkatan Golongan SIM
Peningkatan Golongan dari SIM A ke SIM B I
a. Umur minimal 20 tahun.
b. Sedikitnya mempunyai SIM A Selama 1 (satu) tahun.
c. Sehat jasmani dan rohani yang dinyatakan dengan surat keterangan Dokter..
d. Membayar formulir di BII/BRI.
e. Mengisi formulir permohonan
f. Melampirkan KTP dan SIM yang ditingkatkan.
g. Memiliki pengetahuan yang cukup masalah kelalu-lintasan.
h. Lulus ujian teori dan praktek.

Peningkatan Golongan dari SIM B I ke SIM B II
a. Umur minimal 20 tahun.
b. Sedikitnya mempunyai SIM B I selama 1 (satu) tahun.
c. Sehat jasmani dan rohani yang dinyatakan dengan surat keterangan Dokter.
d. Membayar formulir di BII/BRI.
e. Mengisi formulir permohonan.
f. Melampirkan KTP dan SIM yang ditingkatkan.
g. Memiliki pengetahuan yang cukup masalah kelalu-lintasan.
h. Lulus ujian teori dan praktek.

Peningkatan Golongan dari SIM A ke SIM A Umum
a. Umur minimal 20 tahun.
b. Sedikitnya mempunyai SIM A selama 1 (satu) tahun.
c. Sehat jasmani dan rohani serta lulus ujian Psikologi.
d. Membayar formulir di BII/BRI.
e. Mengisi formulir permohonan.
f. Melampirkan KTP dan SIM yang ditingkatkan.
g. Memiliki pengetahuan yang cukup masalah kelalu-lintasan.
h. Lulus ujian teori dan praktek.

Peningkatan Golongan dari SIM B I ke SIM B I Umum
a. Umur minimal 22 tahun.
b. Sedikitnya mempunyai SIM B I selama 1 (satu) tahun.
c. Sehat jasmani dan rohani yang dinyatakan dengan surat keterangan Dokter.
d. Membayar formulir di BII/BRI.
e. Mengisi formulir permohonan.
f. Melampirkan KTP dan SIM yang ditingkatkan.
g. Memiliki pengetahuan yang cukup masalah kelalu-lintasan.
h. Lulus ujian teori dan praktek.

Peningkatan Golongan dari SIM B II ke SIM B II Umum
a. Umur minimal 23 tahun.
b. Sedikitnya mempunyai SIM B II selama 1 (satu) tahun.
c. Sehat jasmani dan rohani yang dinyatakan dengan surat keterangan Dokter..
d. Membayar formulir di BII/BRI.
e. Mengisi formulir permohonan.
f. Melampirkan KTP dan SIM yang ditingkatkan.
g. Memiliki pengetahuan yang cukup masalah kelalu-lintasan.
h. Lulus ujian teori dan praktek.
Tata Cara Mutasi SIM
Tata cara dan Persyaratan SIM mutasi (keluar daerah) (PS. 224 PP.44/93) :
a. Mencabut berkas/kartu Induk dari Satuan Lalu-Lintas asal dan pengantar dari Kasubbag SIM.
b. Melampirkan KTP wilayah yang dituju.
c. Melaporkan kepada Kepala Satuan Lantas yang dituju.

Tata cara dan Persyaratan perpanjangan Pindah masuk (dari daerah) (PSL.224 PP 44/93) :
a. Sehat Jasmani dan rohani dinyatakan dengan surat keterangan Dokter.
b. Membawa kartu Induk/pengantar dari Satuan Lalu-lintas yang mengeluarkan SIM.
c. Membayar formulir di BII/BRI.
d. Mengisi formulir permohonan.
e. Melampirkan KTP
Persyaratan SIM hilang atau rusak (PS. 255 PP.44/93):
a. Sehat jasmani dan rohani dinyatakan dengan surat keterangan Dokter.
b. Laporan Polisi kehilangan SIM.
c. Membayar formulir di BII/BRI.
d. Mengisi formulir permohonan.
e. Melampirkan KTP.
*apabila KTP ikut hilang harap diurus terlebih dahulu

Tim Puslitbang Polri melaksanakan penelitian tentang Dampak Positif dan Negatif Pelaksanaan Pilkada Langsung dalam Rangka Kesiapan Pengamananan Pemilukada Th. 2020 di Polresta Samarinda

Polrestasamarinda.com - Tim Puslitbang Polri melaksanakan penelitian tentang Dampak Positif dan Negatif  Pelaksanaan Pilkada Langsung da...